logo
Senin, 20 May 2019 15:54

ARRC, Mimpi Ikut MotoGP Dimulai di Asia

ARRC, Mimpi Ikut MotoGP Dimulai di Asia

Meraih kejayaan di MotoGP World Championship merupakan impian bersama Astra Honda dan banyak pebalap Indonesia. Dalam rangka mempersiapkan para pebalap muda berbakat ke level elite balap motor internasional, Astra Honda Motor membentuk Astra Honda Racing School - satu proyek yang dibentuk untuk menemukan dan mengembangkan para pebalap muda serta membuka jalan bagi pebalap Indonesia agar mencapai level tertinggi yaitu MotoGP World Championship.

Asia Road Racing Championship merupakan satu langkah penting dalam perjalanan ini, dengan melibatkan banyak pebalap terbaik di Asia sejak pertama dibentuk pada 1996. Astra Honda Racing Team mulai ikut kompetisi ini pada 2014 dan sejak itu sudah menetapkan dua misi yaitu mengembangkan para pebalap muda berbakat sekaligus meraih hasil balapan yang akan membuat Indonesia bangga. Kesuksesan mereka sudah dibuktikan dengan raihan 22 kemenangan, 46 podium, dan 76 balapan di kelas SuperSports 600cc serta Asia Production 250cc. Ditambah lagi dua gelar juara umum selama dua musim di kelas AP250, melalui Gerry Salim pada 2017 dan Rheza Danica Ahrens pada 2018.

SS600: debut dan kemenangan-kemenangan pertama
Astra Honda mulai bersaing di ARRC pada 2014, di kelas SuperSports 600cc, dan tak perlu waktu lama untuk mendapatkan kemenagan. Pada musim perdana tersebut, Muhammad Fadli Imammuddin meraih kemenangan saat balapan di Sirkuit Sentul yang dipadati penonton, dan disambut dengan sorakan oleh para pendukung Indonesia yang bangga. Rekan satu timnya, Dimas Ekky Pratama, hari itu juga berhasil naik podium. Sejak itu, Dimas mulai merintis jalan ke MotoGP World Championship dan kini bersaing di kelas Moto2.

Astra Honda mempertahankan kemenangan beruntun di Indonesia hingga tiga musim berikutnya - Fadli Imammuddin menang pada 2015, Gerry Salim meraih dua kemenangan fantastis pada 2016, dan Dimas Ekky memuaskan para pendukung Indonesia yang luar biasa lewat kemenangannya pada 2017.

Namun, 2018 terbukti sebagai musim terbaik buat Astra Honda Racing Team di kelas SuperSports 600cc. Andi Gilang mencatatkan dua kemenangan di Sirkuit Sentul dan membuka peluang untuk menjadi juara umum hingga putaran terakhir, namun akhirnya finis di posisi kelima klasemen akhir. Andi, yang juga meraih kemenangan dengan Astra Honda di IDEMITSU Asia Talent Cup, kembali mengincar gelar SuperSports 600cc pada 2019, dan memulainya dengan hasil finis di urutan kedua pada putaran perdana di Malaysia. Rekan satu timnya musim ini adalah Rheza Danica Ahrens.

Dominasi AP250
Astra Honda pertama ikut kelas Asia Production 250cc pada 2017 dan mereka langsung membuat Indonesia bangga dengan meraih gelar juara dalam dua tahun beruntun. Kemenangan pertama dipersembahkan Gerry Salim, yang juga pernah menjadi pemenang bersama Astra Honda di kelas SuperSports 600cc. Rheza Danica Ahrens mengulang kejayaan dengan mengunci gelar di depan pendukungnya, di Sirkuit Sentul.

Musim ini, ada tiga pebalap yang membawa bendera Indonesia di kelas Asia Production 250cc. Awhin Sanjaya sudah punya pengalaman membalap selama satu musim di kelas ini dan telah meraih podium pada seri pembuka musim ini di Sirkuit Sepang, bulan lalu. Bersama Astra Honda Racing Team, dia didampingi dua pendatang baru di kelas ini, yaitu Lucky Hendriansya, yang langsung meraih kemenangan pada balapan pertama di Sirkuit Sepang, dan Irfan Ardiansyah, yang finis di posisi ketiga pada balapan sama.

Pada putaran pembuka musim 2019 sudah terbukti bahwa Astra Honda mengincar kemenangan pada setiap balapan, serta selalu diikuti tujuan untuk mengembangkan para pebalap dan membimbing mereka melalui peningkatan kemampuan balap mereka.


Pencarian

WEBSITE AHC

Ikuti

SOCIAL MEDIA

Facebook Page

facebook.com/AHCnetwork